AGe Network

Baron dan Skye – Antara Cinta, Keluarga, dan Mesin Tempur

Dalam latar belakang cerita dari Vainglory yang kebanyakan cukup kelam, ada juga loh kisah cinta bersemi di dalamnya. Salah satunya kisah cinta Baron dan Skye – bagaimana kisah mereka?

Jika kalian memperhatikan cerita-cerita latar dari para Hero di Vainglory, mungkin kebanyakan memiliki konflik dan cerita kelam satu dengan yang lain yang berujung pada pertempuran di dunia Vainglory. Meskipun begitu, ada beberapa juga yang memiliki kisah romantis dalam perjalanan mereka – salah satunya kisah cinta antara Baron dan Skye. Kisah mereka pun merupakan percampuran dari konflik cinta, keluarga, sampai mesin tempur!

Baron dan Skye – dua Hero Vainglory yang sama-sama menggunakan robot tempur dalam pertarungan meskipun dengan senjata dan cara berperang yang berbeda satu dengan yang lain. Siapa yang sangka kalau dibalik kegagahan dan beringasnya robot tempur mereka, ternyata Baron dan Skye memiliki latar belakang cerita romantis atas keduanya? Tapi bukan sekedar cerita cinta biasa, karena keluarga mereka masing-masing dan robot tempur mereka juga mempengaruhi kisah cinta mereka loh!

Kisah cinta mereka berawal dari peperangan klan keluarga. Diceritakan berlatar di tanah Korea, Skye merupakan bagian dari keluarga yang membantu klan keluarga Silver – keluarga dari Baron. Peperangan telah terjadi antara keluarga Silver dan Tigers yang mengakibatkan kehancuran cukup besar dari segi mesin tempur dialami oleh keluarga Silver. Berkat bantuan Skye, Baron dan keluarganya mampu tetap bertahan dari peperangan.

Andil Skye ini membuat Baron jatuh hati terhadap dirinya. Namun Skye menganggapnya lebih ke arah peperangan – bahwa Baron mengenalnya dirinya sebagai pilot robot dan mekanik robot tempur. Skye lebih menikmati sosoknya sebagai seorang pilot dan tidak ingin terlibat dalam dengan konflik klan seperti yang terjadi pada klan Silver dan Tiger. Meski begitu, ternyata Skye juga menyimpan rasa bagi Baron juga (semacam tsundere gitu lah istilah anak mudanya…).

Bahkan dalam acara pencarian jodoh yang digelar keluarga Silver untuk mencarikan jodoh bagi Baron, Skye tidak terlalu antusias karena dia lebih senang berurusan dengan mesin tempur dan lebih ingin mendalami posisinya sebagai pilot. Berkat paksaan orang tuanya, mau tidak mau pun Skye harus mendatangi acara tersebut – namun tetap tidak bersemangat. Sampai akhirnya ada momen yang membuat Skye membuka hatinya bagi Baron – “Suatu saat nanti, pasukan perang ini akan jadi milikku dan aku membutuhkanmu sebagai komandanku” ucap Baron kepada Skye.

Sayangnya, acara pencarian jodoh dari keluarga Silver tidak berpihak kepada Skye – klan tersebut memilih Nari Tiger sebagai pasangan dari Baron Silver. Skye pun galau, seakan menyalahi dirinya yang menganggap perkatan Baron tadi adalah bentuk “nembak” Baron terhadap dirinya. Dalam kegalauannya tersebut, dia berusaha mendalami berbagai macam kalimat yang Baron katakan padanya sebelumnya – dan dia akhirnya menemukan makna mendalam yang membuatnya justru bergerak ke hanggar mesin tempur.

Mengambil mesin tempur milikinya, Skye meliuk-liuk dengan cepat tanpa peduli sekitarnya. “…Kita tidak membutuhkan berbagai mesin dan robot perang, ataupun para Minion, atau juga acara pemilihan jodoh yang bodoh ini…”, kata-kata Baron tersebut selalu terngianng dalam benak Skye, yang pada akhirnya dijawab sendiri oleh Skye “Pilihan ada di antara kita”. Setelah sampai di tempat yang jadi asal muasal peperangan – Halcyon Crystal yang telah menjadi tulang punggung energi di generasi ke generasi. “Mari selesaikan peperangan ini” bisik Skye di depan kristal.

Efek roket yang digunakan oleh Skye terlihat sampai ke acara perjodohan keluarga Silver. Sempat mengira bahwa itu adalah kembang api yang terlalu cepat dikeluarkan, Baron dan beberapa pasukan yang melapor menyadari bahwa itu adalah efek yang dihasilkan oleh mesin tempur keluarga Silver. Dengan segera, Baron menggunakan mesin tempur khusus miliknya dan setelah tersembung dengan sambungan radio, dia langsung membuka percakapan “Sierra Kilo Yankee Echo, apakah kamu disitu?”

Baron dengan mesin tempurnya menghampiri Skye. “Kamu menyiksaku” ucap Skye. “Banyak wanita bisa jadi istri. Kukira yang kau inginkan adalah menjadi pilot” jawab Baron, dengan nada agak marah. “Aku kira kamu ingin menghentikan peperangan” Skye tidak menggubris jawaban Baron. “Kau punya waktu sampai tiga hitungan untuk keluar dari robot itu dengan tangan ke atas”. Sampai hitungan ketiga, Skye enggan keluar dari robot tempurnya. Roket dari robot Baron pun ditembakkan ke arah Skye – menghasilkan lubang dalam di tanah dan asap mengepul di sekitarnya.

“Aku menginginkan kamu” Baron melihat ke arah lubang tersebut. Dia terkaget ketika suara Skye membalasnya “Maka seharusnya kau memilih aku”. Pertempuran cepat pun tiba-tiba terjadi, membuat robot tempur keduanya mengalami kerusakan cukup besar. Namun hal ini ternyata tidak membuat mereka sedih ataupun marah – Baron dan Skye malah tertawa sambil terbatuk-batuk kelelahan dan berpegangan satu dengan yang lain. “Kita dapat mencari sumber kristal bersama, tapi mesin tempur kita hancur” ucap Baron. Skye membalas “Aku akan memperbaikinya”.

 

Sumber cerita : laman resmi Vainglory

Hiruma

Esports Enthusiast, Game Connoisseurs.

Penikmat berbagai macam genre game, terutama yang berupa RPG – online maupun offline. Keranjingan juga dengan beberapa arcade game bertipe Ryhthm Game, juga pemain-yang-lebih-cocok-jadi-pelatih/manager di berbagai game dengan genre MOBA dan RTS. Bisa menguras emosi bagi setiap lawan (dan kawan) dalam berbagai macam Boardgames.

1 comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

%d bloggers like this: