AGe Network

Indonesia Raih Runner-Up di PES SEA Finals 2018

Tuntas sudah penentuan siapa yang menjadi pemain PES terbaik tahun 2018 di kawasan Asia Tenggara. Dalam turnamen yang bertajuk PES SEA Finals 2018 di Kuala Lumpur-Malaysia, pemain asal Vietnam yaitu Le Tam “Figo” berhasil menjadi Raja PES di Asia Tenggara setelah di pertandingan final berhasil mengalahkan wakil Indonesia, Moh. Akbar Paudie dengan skor tipis 3-2. Sedangkan untuk perebutan juara ke-3, Lam Anh Duy asal Vietnam berhasil mengalahkan wakil Malaysia, Tengku Erwan “Degasa” dengan skor 4-3.

Dokumentasi internal

Le Tam, dalam perjalanannya menuju babak puncak berhasil mengalahkan lawan-lawan yang juga merupakan yang terbaik di tiap negaranya di babak knock out. Pada babak 16 besar, pemain berusia 32 tahun ini “menghajar” salah satu pemain terbaik yang juga langganan timnas Thailand, Bossui Rujikorn dengan skor 3-0. Setelah itu ia bertemu rekan satu negaranya, Minh Hoang di babak 8 besar dan berhasil menang dengan skor tipis 2-1. Di babak semifinal dia semakin percaya diri dan berhasil “melumat” salah satu pemain terbaik Malaysia, Muhamad Khairul “Keron” dengan skor 5-1.

Courtesy of officialpesmy (instagram)

Perjalanan yang lebih berat harus dialami oleh runner-up Akbar Paudie, setelah lolos dari babak grup di peringkat 2, dia harus menghadapi perang “saudara” 2 kali, yaitu dibabak 16 besar mengalahkan Ady Q-wa dengan skor 2-0 dan pada babak 8 besar mengalahkan juara Indonesia, Rio DS dengan skor 3-1. Setelah itu di babak semifinal, pemain asal Gorontalo ini membuat langkah sensasional dengan mengalahkan juara bertahan SEACL 2016 & 2017 asal Vietnam, Lam Anh Duy dengan skor tipis 4-3.

Dokumentasi internal
Dokumentasi internal

Jalannya Pertandingan Final

Sejatinya Paudie yang menggunakan tim Manchester United, dapat mendominasi pertandingan final tersebut dan menciptakan beberapa peluang yang akhirnya dapat dikonversikan menjadi gol di menit 32. Namun Le Tam dengan Real Madrid-nya dapat langsung membalas dengan mencetak gol di menit ke 36 babak pertama dengan hanya sekali serang saja. Di babak kedua situasi tidak banyak berganti, Paudie masih memegang kontrol jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang, namun sayang finishing yang kurang baik menjadikan ia gagal mencetak gol tambahan. Disamping itu, Le Tam yang hanya mengandalkan counter attack juga sesekali dapat membahayakan gawang Paudie lewat kecepatan Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale.

Di menit 72, Le Tam “menghukum” Paudie lagi-lagi dengan skema serangan balik yang diakhiri dengan advanced shot oleh CR7 yang tidak dapat dibendung oleh kiper MU, De Gea, 2-1 Le Tam unggul. Tertinggal 2-1 lantas membuat Paudie mengubah formasinya menjadi lebih menyerang, di sisi lain Le Tam semakin percaya diri dengan hanya memainkan possession ball dan mencoba bermain aman. Di saat pertandingan memasuki injury time, kesabaran Paudie membuahkan hasil dengan memanfaatkan serangan terakhir, dia berhasil mencetak gol penyama kedudukan di menit 90+3 dan memaksakan Le Tam memainkan babak tambahan.

Courtesy of officialpesmy (instagram)

Namun saat extra time, Le Tam yang juga pernah lolos ke PES 2018 World Tour Argentina menunjukkan ketenangan dan pengalamannya. Dia berhasil mencetak gol untuk membuatnya unggul 3-2 di menit 105+1 lagi-lagi memanfaatkan advanced shot nya yang sangat susah dibendung bahkan oleh salah satu kiper terbaik di PES 2018, De Gea. Di sisa waktu pertandingan, Paudie gagal mencetak gol tambahan dan akhirnya harus berpuas menjadi runner-up di turnamen tersebut.

Untuk wakil Indonesia keturunan Belanda yaitu Indominator, harus puas finish di babak 16 besar setelah dikalahkan oleh salah satu pemain legenda dari Malaysia, Tengku Erwan “Degasa” dengan skor 3-1.

Dokumentasi internal

Untuk Akbar Paudie, tentu ini merupakan prestasi tersendiri untuk pemain 16 tahun yang sekarang sedang menempa kelas 12 di SMKN 1 Gorontalo ini, karena event tersebut adalah turnamen Internasional pertamanya sebagai pemain PES. Dan terlebih untuk Indonesia, tahun ini pertama kalinya timnas PES Garuda menginjak babak final SEA Finals setelah 2 tahun sebelumnya harus puas berhenti masing-masing di babak 8 besar dan semifinal.

Dokumentasi internal

Sedangkan untuk Le Tam, ini merupakan penantian dari rasa penasarannya setelah tahun lalu hanya puas meraih runner-up SEACL 2017 yang saat itu diselenggarakan di Bandung-Indonesia. Pemain yang juga akan mewakili Vietnam untuk bertarung di Asian Games 2018 ini tahun lalu dikalahkan oleh rekan se-negaranya, Lam Anh Duy di partai final dengan skor 3-1. Dan khusus untuk Vietnam sendiri, ini merupakan ke-3 kalinya secara berturut-turut mereka menjuarai event ini sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2016.

Dokumentasi internal

See you next season, guys. Go eSports & PES Indonesia!

 

luckymaarif

Add comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

%d bloggers like this: